Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKyai Amien Rais: Allah Tidak Akan Pernah Mencabut Surat Izin Tinggal Muhammadiyah...

Kyai Amien Rais: Allah Tidak Akan Pernah Mencabut Surat Izin Tinggal Muhammadiyah di Muka Bumi

MUDIPAT.CO – Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH M Amien Rais MA mengajak jama’ah Muhammadiyah untuk meningkatkan rasa syukur dan amal shalih yang kaya manfaat untuk umat, bangsa, dan negara.

Itu disampaikan saat tausiyah Tabligh Akbar Milad Ke-106 Muhammadiyah bertema “Ta’awun untuk Negeri” di hall Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11/18). Acara ini merupakan rangkaian Milad Ke-106 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya.

“Alhamdulillah, usia Muhammadiyah sudah tua tapi Muhammadiyah masih tetap eksis. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa Muhammadiyah diridhai oleh Allah SWT,” tuturnya lantas diamini oleh ribuan warga Muhammadiyah se-Kota Surabaya yang memenuhi hall Islamic Center.

Ketua MPR periode 1999-2004 itu lantas mengutip isi Al-Qur’an. Dikatakan, kalau suatu hal yang buruk atau tak ada manfaatnya, ia akan segera hilang dari muka bumi. Tetapi apapun yang banyak memberi manfaat kepada manusia maka ia akan tetap tinggal di muka bumi ini.

“Saya yakin istilah saya dulu, Allah tidak akan pernah mencabut surat izin tinggal Muhammadiyah di muka bumi ini selama kita masih bermanfaat buat bangsa dan negara Indonesia,” kata Bapak Reformasi itu disambut tepuk tangan hadirin.

“Tetapi kalau Muhammadiyah amal shalihnya sedikit kendor, semangat dakwahnya mengikis, kekuatan mujahadah atau perjuangannya lembek, bisa saja kita bisa hancur. Naudzubillah mindzalik,” ujar Pendiri Partai Amanat Nasional itu.

Kyai Amien mengajak jama’ah untuk semakin memperbanyak bersyukur kepada Allah SWT. Karena Muhammadiyah tua-tua keladi: semakin tua semakin jadi.

“Semoga Muhammadiyah semakin banyak amal shalihnya, sekolahnya, rumah sakitnya, perguruan tingginya,” harapnya.

Pada kesempatan itu juga, Kyai Amien mengajak jama’ah persyarikatan untuk memohon ridho Allah SWT dan bersama-sama berikhtiyar agar kepemimpinan nasional di 2019 dapat diganti. Mengingat carut-marutnya persoalan yang terus membelit bangsa dan negara Indonesia. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular