Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYTradisi Rebutan Setor Hafalan di Mudipat yang Khas dan Sangat Mengesankan

Tradisi Rebutan Setor Hafalan di Mudipat yang Khas dan Sangat Mengesankan

MUDIPAT.CO – Momentum RIAS (Restorasi Ibadah dan Akhlaq Anak Shalih) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) disambut gengap gempita oleh para siswa. Dibuktikan dengan tradisi rebutan menyetor hafalan doa harian dan juz amma kepada para ustadz ustadzah.

Pemandangan manarik itu dapat dijumpai hari-hari terakhir ini. Para siswa kelas III hingga kelas VI mulai berduyun-duyun mendatangi bahkan menyetop para guru sedapatnya untuk menyetor hafalan. Siswa penuh semangat padahal kegiatannya baru dimulai 23 November mendatang.

Luna Medina, salah satu siswa kelas 5G mengatakan, kenapa kegiatan RIAS –sebelumnya PIK (pementapan Iman dan Keislaman– terasa lama dimulainya. Dia berserta rekan-rekannya ingin segera berkegiatan karantina sehari semalam itu.

“Kegiatan seperti ini saya tunggu-tunggu,” tuturnya.

“Ust. Sulthon aku dulu, aku dulu, aku dulu,” pinta Luna dan rekan-rekannya kelas 5 menginginkan segera hafalan.

Disela-sela hafalan anak-anak, peliput berita ini yang juga guru, mengingatkan para siswa agar selalu memuroja’a. Tujuannya agar hafalannya tidak mudah hilang seperti hilangnya cahaya. Sebagaimana nasihat imam waki’ mengatakan “al ilmu nuur wa nuur allah laa yahdii la’aashii” artinya Ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah (hidayah) tidak diberikan kepada ahli maksiat.

Menambahkan, ilmu itu bagaikan cahaya kalau tidak diasa terus lama kelamaan akan hilang apalagi hafalan surat pendek. Mengapa ilmu diibaratkan seperti cahaya. Sebab hakikatnya cahaya  adalah bisa dilihat jika terang tapi lama kelamaan akan redup. Namun cahaya orang yang selalu menghafal al Quran mampu menyinari sepanjang masa pada diri anak begitu pula kepada orang lain. (sulthon)

RELATED ARTICLES

Most Popular