FOC Kelas 2, Siswa: Seru Ustadzah Tapi Deg-Degan!

177
Inilah kegiatan seru di Alas Prambon. (azizah/mudipat.co)

FOC Kelas 2, Siswa: Seru Ustadzah Tapi Deg-Degan! Liputan Muhimmatul Azizah.

MUDIPAT.CO – Kurang lebih satu jam setengan menempuh perjalanan Surabaya-Sidoarjo, tibalah rombongan siswa kelas II SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) di Wisata Edukasi dan Outbound Alas Prambon Sidoarjo. Sejumlah 215 siswa siap mengikuti Fun Outing Class (FOC), Jumat (30/9/2022). Mereka turun dari bus langsung disambut kereta kelinci, yang siap mengantar rombongan hingga ke tempat FOC.

Usai sejenak melepas lelah, siswa diajak pemanasan dengan melakukan senam gerakan sederhana dan musik yang bisa mengobarkan semangat. Siswa pun sangat menikmati. Mereka dengan gembira mengikuti gerakan yang diperagakan oleh trainer.

Selanjutnya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelasnya. Masing-masing kelompok akan menuju tempat edukasi maupun tempat outbound secara bergiliran, dengan didampingi satu trainer dan dua guru. Edukasi dan outbound tersebut antara lain edukasi perikanan, peternakan, pertanian, dan bermacam game.

Seperti kelompok kelas II-H Busan, rute pertama yang dilalui adalah edukasi perikanan. Di tempat tersebut siswa diajak melihat kolam lele dan nila. “Siapa yang di rumah suka makan ikan?” begitu trainer mengawali pembelajaran. Siswa pun menjawab dengan beragam, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Setelah itu ia menjelaskan tempat hidup ikan.

Inilah kegiatan seru di Alas Prambon. (azizah/mudipat.co)

Menurutnya ada tiga jenis air dimana ikan hidup, yaitu air tawar, air asin (laut), dan air payau (perpaduan air tawar dan asin). Tak lupa ia juga mencontohkan ikan apa saja yang bisa hidup di tiga jenis air tersebut. Seperti ikan yang hidup di air payau contohnya ikan bandeng dan udang windu.

“Bisakah ikan bandeng hidup di air tawar atau asin,” ia bertanya. Ia pun menjelaskan ikan bandeng bisa hidup di air tawar tapi besarnya lama, tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kemudian masing-masing siswa diberi segenggam pelet ikan dan dengan antusias mereka memberi makan ikan pada kolam tersebut. Trainer juga berpesan agar siswa sering makan ikan jika ingin pintar. Sebab menurutnya ikan banyak mengandung omega 3 yang membantu kecerdasan otak. “Tapi tetap harus belajar, bukan melulu makan ikan saja kalau mau pintar,” ujarnya yang direspon anak-anak dengan tertawa.

Rute berikutnya adalah edukasi peternakan. Disana terdapat aneka burung, ayam, marmut, burung hantu, dan kambing. Siswa diajak untuk memberi makan kambing sambil dijelaskan tentang jenis hewan berdasarkan makananya. Yaitu hewan herbivora (hewan pemakan tumbuhan), carnivora (hewan pemakan daging), dan omnivora (hewan pemakan segalanya). “Kambing termasuk hewan herbivora karena memakan tumbuhan,” jelasnya.

Berikutnya, wahana edukasi pertanian. Di tempat tersebut sudah disediakan bibit tanaman cabe beserta polybag (kantung plastik) kecil yang sudah terisi tanah. Siswa diajari untuk menanam cabe dengan benar. Dengan sabra trainer menjelaskan tahap demi tahap cara menanam tanaman.

“Mula-mula polybag yang berisi tanah dilubangi menggunakan telunjuk jari, untuk tempat menanam tanaman. Kemudian bibit cabe dikeluarkan dari plastiknya dengan hati-hati sekaligus dengan tanahnya. Kemudian ditanam pada polybag yang sudah dilubangi tengahnya tadi. Terakhir, tutup lubang dengan tanah di sekitarnya dan pastikan tanaman sudah tertanam dengan benar,” jelasnya.

“Mengapa plastik pada bibit cabe harus dibuang?” ia melanjutkan. Menurutnya, sebab jika tidak dibuang akar tidak bisa tumbuh dengan baik.

Rute selanjutnya wahana outbound. Siswa diajak bermain aneka outbound yang sudah tersedia, seperti halang-rintang, jaring laba-laba, titian dan lain-lain. Yang paling seru adalah fliying fox. Siswa pun sangat antusias meski dengan hati berdebar-debar. “Seru Ustadzah, tapi deg-degan,” seru Naufal Ahcmad Ramadhan siswa Kelas II-H.

Editor Mulyanto