RIAS Kelas IV untuk Memperbaiki Ibadah dan Akhlak Siswa

70
Waka Mudipat Ustadz Ainuzza’im Azzaki, M.Pd membuka RIAS kelas 4 (humamudipat)

MUDIPAT.CO – Pada pembukaan Restorasi Ibadah dan Ahklaq Anak Shalih (RIAS) kelas IV, Wakil Kepala SD Muhamamdiyah 4 Surabaya (Mudipat) Ustadz Ainuzza’im Azzaki, M.Pd., menegaskan pentingnya memperbaiki ibadah dan akhlak pada diri siswa siswi Mudipat, Jum’at (19/11/2021). Realitasnya, ada beberapa siswa yang didapatkan shalat dan wudhunya masih asal-asalan. Bahkan ada yang shalatnya masih bolong-bolong.

Menurut Ustadz ‘Ain, saat pembelajaran langsung jika ada siswa yang melakukan hal-hal yang kurang benar, tentu guru bisa langsung menegur. Namun saat daring, maka guru hanya bisa menasehati dan mengingatkan dari jauh., contohnya tentang ibadah yang sehari-hari dilakukan.

“Nah, inilah pentingnya kegiatan RIAS ini, agar siswa yang ibadah dan akhlaknya masih kurang baik, menjadi semakin baik. Yang lebih penting ibadah yang dilakukan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah,” ucapnya.

Waka Mudipat Ustadz Ainuzza’im Azzaki, M.Pd membuka RIAS kelas 4 (humamudipat)

Ia menjelaskan jika kegiatan RIAS ini mempunyai dua tujuan yang harus dicapai. Pertama, setelah mengikuti kegiatan siswa harus ada perubahan pada ibadahnya. “Shalatnya lebih khusyu dan tuma’ninah. Shalat bukanlah lomba balap karung, jadi tidak boleh cepet-cepetan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menggambarkan jika ibadah shalat itu ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu gerakan dan doa. Salah satu gerakan atau doa, terumata yang wajib harus dilakukan tidak dilakukan, maka tidak sah shalatnya. Sedangkan doa selain harus hafal, juga harus dipahami dan dipraktekkan.

Oleh karena itu, tiga hari sebelum kegiatn RIAS dilaksanakan, siswa dihimbau untuk menyetor selain hafalan surat yang sudah ditentukan sesuai level Kelas IV, juga harus menyetor video praktek shalat dan wudhu kepada pendamping kafilah masing-masing. Video-video tersebut akan dilihat, dinilai dan diberi feedback oleh pendamping kepada siswa. Sehingga siswa bisa memperbaiki ibadah shalat dan wudhunya.

Sedangkan tujuan yang kedua adalah memperbaiki akhlak. Sebelum pandemi, ada anak yang makan atau minum sambil berdiri, guru bisa langsung menegur. Sekarang tidak bisa sebab tidak bertemu langsung. Oleh karena itu, materi akhlak juga diberikan dalam kegiatan ini, selain materi ibadah. “Dengan adanya kegiatan RIAS, harapannya akhlak siswa bisa diperbaiki. Bagaimana akhlak saat belajar di zoom, bagaimana adab terhadap orang tua dan sebagainya,” ujarnya. (Azizah)