Ustadz Musa: Manusia Tidak akan Sanggup Menahan Kedipan Mata

25
Ustadz Musa Abdullah pada sesi materi motivasi RIAS kelas 3. (Anang/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Mintalah pertolongan pada Allah, karena manusia itu lemah. Demikian ungkapan ustadz Musa Abdullah pada sesi materi motivasi Restorasi Ibadah dan Akhlaq Anak Shalih (RIAS) kelas 3. Acara itu digelar menggunakan platform Zoom, Senin (15/11/2021) pagi.

“Jangan sombong, meskipun jadi professor, doktor, presiden, orang kaya, orang hebat di dunia pada hakikatnya itu lemah,” kata Ustadz Musa.

Ustadz Musa mengatakan, orang-orang yang mengaku hebat, pinter, sakti coba untuk menahan kedipan mata satu menit, pasti tidak akan bisa. Manusia tidak akan sanggup menahan kedipan mata karena itu adalah gerakan alamiah yang secara otomatis terjadi ketika ada sesuatu yang akan masuk ke mata atau membersihkan mata dari kotoran, debu dan lain-lain.

“Itu contoh kecil yang menunjukkan kebesaran kekuasaan Allah. Allah merancang itu agar manusia sadar bahwa dia makhluk yang lemah,” sambungnya.

“Pernah suatu hari Nabi Musa sakit. Lalu Nabi Musa berdoa pada Allah agar diberi obat untuk menyembuhkan sakitnya. Kemudian Allah memberikan obat dari sejenis tanaman, Nabi Musa memakan obat itu dan sembuh,” katanya bercerita.

Suatu ketika, dia melanjutkan, Nabi Musa sakit lagi, dengan sakit yang sama. Nabi Musa bergegas mengambil obat yang dulu pernah digunakan untuk menyembuhkan penyakitnya. Nabi Musa memakan obat itu, ternyata tidak sembuh.

“Nabi Musa tidak sembuh karena pada saat sakit yang kedua ini, Nabi Musa lupa tidak menghadirkan Allah, tidak meminta pertolongan pada Allah. Nabi Musa langsung mengambil obat dan langsung memakan obat itu. Beda ketika sakit yang pertama dulu.

“Intinya adalah manusia itu lemah. Takdir Allah, resep obat dari Allah akan membawa manfaat ketika Allah ridha dan kita minta pertolongan kepada Allah,” tandasnya.
Lebih lanjut, ustadz Musa mengajak kita semua untuk memahami hakikat musibah, khususnya kondisi sekarang yang sedang terjadi pandemi covid-19. “Hakikat musibah adalah harus instropeksi diri dengan memperbanyak istighfar dan taubat serta menemukan hikmah-hikmah yang Allah tabur dibalik musibah, memahami bahwa musibah yang terjadi merupakan takdir yang akan membawa kebaikan,” terangnya.

“Menurut sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib, tidaklah musibah itu turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah itu hilang melainkan dengan taubat,” katanya.
“Solusi agar terhindar dari musibah adalah pertama, memperbanyak istighfar. Kedua, amar ma’ruf nahi munkar. Ketiga, bersegeralah dalam beramal,” pesannya. (Anang)