SDIT dari Sidoarjo Bersilaturrahim ke Mudipat, Tamu: Kami Ingin ‘Ngaji’ di Sini

50
Ust. Syaiful Arifin (tamu) bersama Ust. Syaikhul Islam di Studio Mudipat TV. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Kini giliran SDIT Nurul Fikri Sidoarjo yang menjadi tamu istimewa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat). Rombongan tamu studi banding itu tiba di Mudipat pada Selasa (16/2/2021) pagi.

Ada 7 orang dalam rombogan tersebut. Terdiri dari Advicer SDIT Nurul Fikri Sidoarjo Ustadz Syaiful Arifin, SS, M.Pd., Kepala SDIT Nurul Fikri Sidoarjo Ustadzah Siti Maemunah, S.Pd. beserta jajaran.

Di Mudipat, para tamu diajak berwiyata mandala, berkeliling melihat fasilitas-fasilitas sekolah. Mulai dari lantai satu di kelas-kelas hingga singgah di lantai 5 yang merupakan taman langit Mudipat. Namanya Garden By The Sky atau GTS dan dilengkapi dengan Licor atau Literacy Corner.

Advicer Ust. Syaiful Arifin pada kesempatannya berterima kasih kepada pihak Mudipat karena menyambut baik agenda studi banding tersebut.

“Terima kasih karena telah berkenan menerima kedatangan kami. Ini kami ‘ngaji’, mencari bekal ilmu untuk mengembangkan sekolah kami,” terang Ust. Syaiful di Studio Mudipat TV, lantas disambut anggukan dan senyum manis oleh Kepala Mudipat Muhammad Syaikhul Islam MHI.

Ditambahkan, bahwa rombongan SDIT Nurul Fikri bermaksud ingin belajar di MUdipat. Yakni perihal manajemen sekolah, SDM, hubungan dengan walmur, inovasi sekolah yang unggul, dan pembelajaran digital.

“Sebagai mantan guru di sini (Mudipat), saya merasa saya mendapatkan ilmu banyak di sini. Makanya kami datang ke sini untuk mendapatkan ilmu yang banyak tentang berbagai hal yang terbaik. Manajemen, SDM, kurikulum, dll,” tutur Ust. Syaiful yang resign dari Mudipat tahun 2000.

Ust. Syaikhul Islam memberi sambutan di Studio Mudipat TV. (mul/mudipat.co)

Kepala Mudipat Ust. Syaikhul Islam menyambut ramah dan menerima dengan tangan terbuka para tamu studi banding  tersebut. Pihaknya berharap tamunya nanti dapat membawa ‘pulang oleh-oleh’ untuk dikembangkan di sekolahnya.

“Sekolah kami punya main branding yakni Sekolah Teladan Nasional. Monggo yang menarik dari Mudipat dan dinilai merupakan hal baru yang perlu ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Silakan ATM. Semoga bermanfaat. aamiin,” ujar Kepala Sekolah asli Bojonegoro itu. (mul)