Topik Tanggungjawab Alumni Mudipat, Ustadz Dr Mulyana: Jadi Alumni Tolong Jaga Shalatmu Jaga Akhlakmu

64
Ustadz Dr Mulyana bersama Ustadz Djama’adi, moderator, saat mengisi materi JULI. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – “Nanti kalian setelah jadi alumni tolong jaga shalatmu jaga akhlakmu. Syukur-syukur kalian menambah shalat tahajut, shalat dhuha, puasa sunah, dan sebagainya.”

Demikian disampaikan Ketua Litbang SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Dr H Mulyana MPSi, saat mengisi materi Junior Leaders Institute (JULI) Batch#3. Acara berlangsung secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting, Jum’at (5/2/2021). Acara berlangsung hingga besok (6/2/2021).

Kegiatan bertema “We Are The Next World Leader” tersebut diikuti seluruh siswa kelas 6. JULI kali ini adalah sesi 3 setalah sebelumnya, sesi 1 dan 2 dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (29-30/1/2021).

Ustadz Mulyana mengatakan, selain tugas utama menjaga shalat dan akhlak tadi, tugas alumni adalah menjaga nama baik almamater, membanggakan, dan membesarkan almamater. Yakni almamater Mudipat.

“Banggalah menjadi alumni sekolah Muhammadiyah. Kebahagiaan kami adalah kalau kalian jadi alumni tapi masih mengingat kami. Di sapa saja kami sudah bahagia. Jaga almamater. Kami sudah berjuang meski tak sempurna dalam rangka mendidik kalian sejauh ini,” ujar jebolan doktor psikologi Unair itu.

Dijelaskan, alumni itu adalah orang-orang yang telah tamat dari sekolah atau perguruan tinggi. Setiap siswa yang lulus dari sekolahnya itu dikatakan alumni.

“Kalian sebentar lagi akan lulus dari Mudipat. Kalian sebentar lagi meninggalkan sekolah ini. Karena lulus. Maka kalian nanti akan disebut alumni,” ucapnya.

Ustadz Mulyana yang mantan Kepala Mudipat itu menegaskan, begitu anak kelas 6 saat ini lulus, bukan berarti semua akan putus hubungan. Tetapi hati murid dan hati guru tetap terikat.

“Di mana pun kalian berada kalian tetap menjadi murid dan kami tetap menjadi guru buat kalian. Suatu saat kalian jadi alumni tolong jangan lupakan bapak ibu guru kalian ini. Kebanggan seorang guru adalah ketika disapa alumninya. Apalagi alumninya telah menjadi orang sukses,” terang ketua Majelis Pustaka PW Muhammadiyah Jawa Timur itu, lantas menyebutkan beberapa alumni yang kini telah sukses dan lulusan kampus ternama.

Dia mengatakan, tentu banyak kenangan di Mudipat. Ketika murid sudah jadi alumni atau lulus, dia dan juga guru-guru yang lain merasa sedih, lantaran akan berpisah raga.

“Kita pernah bergaul hampir 6 tahun bersama kalian. Pernah shalat berjam’ah di sekolah, pernah bersama ke perpustakaan, pernah ke kantin bersama, dan semacamnya. Tak terasa enam tahun begitu pendek. Nanti  kalian akan meninggalkan sekolah tercinta. Kalian akan jauh, tetapi sesungguhnya hati kita selalu menyatu. Selalu mendoakan,” ungkap Ustadz Mulyana yang diamini oleh Ustadz Djama’adi, saat itu menjadi moderator kegiatan tersebut.

Ustadz Mulyana membeberkan banyak hal, khususnya agar alumni menjadi bangga kepada almamater. Tak ketinggalan ditayangkan potret-potret tokoh nasional seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman yang alumni dan tokoh Muhammadiyah, juga Presiden RI pertama Ir Soekarno yang juga tokoh Muhammadiyah.

“Mereka sukses karena diri mereka semangat dan tak pantang menyerah. Maka sukses itu kuncinya pada diri kalian semua. Tunjukkan kalau kalian adalah benar anak-anak luar biasa. Tunjukkan kalau kalian adalah alumni sekolah Muhammadiyah, sekolah teladan nasional,” pungkas Ustadz Mulyana. (mul)