Naomi Raih Medali Emas dan Nilai Tertinggi Bahasa Inggris KMO 2020 Tingkat Nasional

217
Naomi Alycia Elghaniya Lahardi meraih medali Emas dan nilai Tertinggi Bahasa Inggris. (humasmudipat)

MUDIPAT.CO – Satu lagi siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) meraih prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Mapel Online (KMO) 2020 tingkat Nasional, 6 September 2020.

Adalah Naomi Alycia Elghaniya Lahardi, siswa kelas 4-E (Tripoli) Mudipat yang berhasil merengkuh medali emas dan sekaligus menyabet nilai tertinggi kompetisi mata pelajaran Bahasa Inggris pada KMO 2020. Naomi meraih nilai 140 dari skor tertinggi 140.

Kompetisi Nasional yang diselenggarakan RNG Edu Management itu diikuti 300 peserta se-Indonesia untuk seluruh lomba Mapel. Sedangkan Mapel bahasa Inggris diikuti 100 peserta se-Indonesia.

Putri dari Devin Lahardi Fitriawan dan dr. Fenny Novita Dewi itu memang luar biasa. Atas raihan itu ia bersyukur dan berterima kasih atas dukungan banyak pihak terutama kedua orangtua dan gurunya yang dengan sepenuh hati membimbingnya.

“Saya senang dan bangga (dengan prestasi yang diraih ini) karena bisa membanggakan orang tua dan sekolah tercinta,” ujar Naomi kepada mudipat.co dihubungi via WA.

Dara kelahiran Palu, 16 Juli 2011 itu mengaku tak punya kendala apapun dalam perlombaan yang diikuti. Dirinya berkisah, ia hanya rajin latihan menjawab soal pertanyaan/try out sebelum mengikuti kompetisi tersebut. Ke depan dengan modal pengalaman prestasi itu, Naomi mengaku termotivasi untuk mengikuti kompetisi di level internasional.

“Mohon doanya semua. Saya ke depannya mau ikut Olimpiade English tingkat Internasional,” terang anak imut yang hobi menari itu.

Anak ke-1 dari 3 bersaudara itu mengatakan terkesan dengan kompetisi yang diikuti, karena ia bisa mendapatkan hasil maksimal dan menjadi lebih semangat lagi ikut lomba. Untuk itu ia punya pesan dan kesan untuk teman-temannya di Mudipat.

“Temen-temenku, tetap semangat belajar, jika belum mendapatkan hasil yang terbaik percayalah bahwa itu adalah kemenangan yang tertunda,” pesan anak didik Ustadzah Homsiyah itu. (mul)