Kyai Sa’ad Ibrahim Ingin PCIM Lebanon Dipimpin Ustadz Dubes Hajriyanto

379
Kyai Sa’ad Ibrahim bertausiyah pada Tabligh Akbar Virtual. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Memperteguh artinya menjadikan sesuatu menjadi teguh, menjadi kokoh. Proses memperkokoh itu adalah takdib akdomana.

Demikian disampaikan Dr. K.H. M. Sa’ad Ibrahim, MA, Ketua PW Muhammadiyah Jatim, pada Tabligh Akbar Virtual semarak Milad ke-108 Muhammadiyah, di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Rabu malam (18/11/2020). Acara mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”.

Acara berlangsung 2 jam 34 menit. Tersiar live streaming: Zoom Meeting, kanal YouTube MudipatTV, dan Facebook Mudipat Pucang Surabaya. Hadir sebagai penceramah Ketua PP Muhammadiyah Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA yang sekaligus Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon. Acara tersebut diikuti lebih dari 700 peserta: siswa, guru dan karyawan, orang tua siswa Mudipat, serta para partisipan dari luar Mudipat.

“Kita memohon kepada Allah untuk langkah kita diperkokoh oleh Allah. Lagkah ke depan agar teguh. Setelah teguh disambung dengan gerakan keagamaan. Bagi Muhammadiyah gerakan keagaamaan muhmmadiyah punya arah dan kehasaan tersendiri yang autentik,” jelas orang nomor satu Muhammadiyah Jawa Timur itu.

Lebih lanjut Kyai Saad mengisahkan KH Ahmad Dahlan telah menganalisa dari para pembaru di timur tengah, Abduh, Rosyid Ridho, dll. Ajaran itu telah dipahami dengan baik oleh KH Dahlan ke arah Al harakoh al islamiah yang digagas lebih kepada mewujudkan membumikan nas-nas baik dari Al Qur’an maupun Sunnah diwujudkan secara nyata dalam kehidupan social.

“Sehingga setelah perjalanan panjang yang sekarang Milad ke 108, Muhammadiyah menjadi kekayaan yang luar biasa. Boleh jadi dunia akhirat boleh jadi tidak ada ormas yg memiliki keyaaan seperti Muhammadiyah dalam konteks keagamaan, kebangsaan, dan keummatan,” terangnya.

Kyai Saad mengatakan, di abad kedua Muhammadiyah gerakannya tidak boleh hanya gerakan lokal di Indonesia. Di bersyukur Muhammadiyah mendirikan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di luar negeri.

“Maka hemat saya, paradigma rahmatan lil alamain harus menjadi bagian yang pada abad yang kedua ini yang terdepan. Saya berpendapat PCIM penting, lebih digerakan, dan dijabat oleh orang Indonesia yang berada di LN,” jelas Kyai Saad.

“Agar Muhamamdiyah lebih menyuarakan rahmatan lil alamain di Lebanon, kita berharap Lebanon dipimpin Ustadz Hajriyanto setelah selesai dari tugasnya, agar Muhammadiyah berkembang di Lebanon,” seloroh Kyai Saad. Di awal ceramahnya bahkan Kyai Saad bahkan menyebut setengah bergurau, bahwa Ustadz Hajriyanto adalah Dubes Republik Muhammadiyah untuk Lebanon. (mul)