Duta Besar RI Lebanon: Siapkan Bekal Terbaik buat Siswa-Siswi Menghadapi Dunia

421
Ustadz Hajriyanto Y. Thohari bertausiyah pada Tabligh Akbar Virtual. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Sejak awal acara ini saya merasa bangga. Saya menyaksikan kelebihan, reputasi, dan prestasi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya yang sangat mengesankan yang ditampilkan anak-anak.

Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA yang sekaligus Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon, pada Tabligh Akbar Virtual semarak Milad ke-108 Muhammadiyah, di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Rabu malam (18/11/2020). Acara mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”.

Acara berlangsung 2 jam 34 menit. Tersiar live streaming: Zoom Meeting, kanal YouTube MudipatTV, dan Facebook Mudipat Pucang Surabaya. Hadir memberi pengantar, Dr. K.H. M. Sa’ad Ibrahim, MA, Ketua PW Muhammadiyah Jatim. Acara tersebut diikuti lebih dari 700 peserta: siswa, guru dan karyawan, orang tua siswa Mudipat, serta para partisipan dari luar Mudipat.

“Saya rasa SD Muhammadiyah 4 memang dipersiapakn oleh para guru untuk menjadi anak-anak hebat yang pintar yang islami dan berkemajuan,” jelasnya.

Sebelum masuk ke tausiyah, Ustadz Hajriyanto mengisahkan satu cerita kecil di Beirut, Ibu Kota Libanon tempat ia berdinas. Diceritakan bahwa suatu ketika Ustadz Hajriyanto bertanya kepada seorang menteri, mengapa anak Beirut sangat cepat dan lancar berbicara dan berkomunikasi menggunakan Bahasa Asing?

“Menteri itu menjawab, negara saya itu bukan negara kaya, kami tidak punya minyak, emas, batu bara, dan lainnya. Oleh karena itu negara kami harus mempersiapakan anak-anak Lebanon untuk siap pergi jauh berjuang mempertahankan dan mengembangkan kehidupan ke seluruh dunia,” kisahnya.

Artinya, lanjut Ustadz Hajriyanto, anak-anak Lebanon dipersiapkan untuk dunia. Rata-rata, lulus SD mereka sudah fasih berbicara dengan komunikasi bahasa asing Bahasa Inggris dan Bahasa Prancis juga Bahasa Arab. Dan Bahasa Arab itulah yang menjadikan pemersatuan Bangsa Arab. Bangsa Arab adalah Bangsa-bangsa yang berbicara dengan basa Arab, bukan suku dan etnik Arab.

“Oleh karena itu orang Lebanon yang berada di luar negeri lebih besar daripada yang di dalam negeri. Yang berada di Lebanon sebanyak 5  sampai 5,5 juta. Sedangkan orang Lebanon sebagai diaspora di luar negeri sebesar 16,5 juta,” jelasnya.

Dikatakan, banyak orang Lebanon yang survive di luar negeri. Di Amarika banyak orang Arab Lebanon di gedung putih, Di Brazil orang Lebanon bahkan jadi Presiden, yaitu Michel Temer. Kemudian ada yang jadi presiden Argentina. Bahkan juga penulis-penulis buku besar tentang Arab yang tersebar di banyak negara kebanyakan orang Lebanon.

“Kami tidak bisa menyiapkan kekayaan alam, kami menyiapkan bekal untuk masa depan anak-anak untuk dunia. Itu jawaban seorang menteri yang saya tanya. Maka saya berpesan agar SD Muhammadiyah 4 Pucang juga menyiapkan bekal terbaik buat siswa-siswinya untuk menghadapi dunia,” jelas Ustadz Hajriyanto.

Dalam kesempatannya, Ustadz Hajriyanto mengupas panjang lebar tentang tema Milad 108 Muhammadiyah, “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”.

Menurutnya kemajuan Muhammadiyah yang kaya raya, yang gerak dan langkahnya jauh sekali melampui gerakan lain. Punya ratusan ribu amal usaha, sekolah, rumah sakit, panti, dan gerakan filantropi, MDMC dan MCCC adalah ejawantah dari teguh gerakan keagamaan Muhammadiyah.

“Tapi ingat, episentrum dari kesemuanya itu adalah masjid, langgar, surau. Sebagai gerakan keagamaan, Muhammadiyah harus kembali ke masjid, langgar, dan suraunya muhammadiyah. Saya berharap PDM PCM punya masjid edentitas Muhammadiyah yang representatif dan modern. Dari masjid itu memancar gerakan Muhammadiyah yang lebih terang lagi,” tutur mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 itu. (mul)