Serba-Serbi PJJ: Keunikan dan Persamaan Pembelajaran Daring dan Luring

114
Inilah suasana belajar daring di kelas 3I (Manama). (erfin/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Hampir satu bulan lamanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Mudipat menyediakan studio pembelajaran untuk masing-masing kelas agar pembelajaran daring pun berjalan mulus. Setiap guru dibekali ilmu untuk menyajikan pembelajaran semenarik mungkin. Selain tatap muka melalui zoom clouds meeting, guru juga menyediakan materi melalui video, ppt, bahkan animasi melalui google classroom.

Meski berlangsung secara daring, ternyata banyak ditemukan kejadian-kejadian unik selama pembalajaran daring ini. Seperti pengakuan Ustadzah Rieska Dies, wali kelas 3I Manama, bahwa keseruan anak-anak pun hampir sama seperti saat mereka belajar di kelas yang sesungguhnya. “Anak-anak sering masuk kelas zoom sebelum jam dimulainya pembelajaran. Mereka mengobrol antar teman dan membicarakan banyak hal. Saat guru masuk, mereka pun berteriak ‘eh ustadzah datang, ustadzah datang’ ada pula yang menyapa ‘assalamualaikum ustadzah’ rasanya seperti benar-benar masuk kelas,” aku guru asal Jogjakarta tersebut.

Ustadzah Ikrimatuz Zulfa pun merasakan hal yang sama saat menerangkan pembelajaran tematik di kelas 2D Mumbai. Siswa tetap antusias mendengar penjelasan dan saat membahas soal. Mereka berebut menjawab pertanyaan dari ustadzah dengan suara yang bersahut-sahutan. Sampai-sampai beberapa siswa berteriak, “Rame sekali, Us. Aku nggak dengar jawaban ustadzah.” Atau, “Matikan aja mic teman-teman, Us. Berisik.”

Ustadzah Rima, panggilan akrabnya, pun mengaku telah berkali-kali mematikan mic siswa, tapi saking semangatnya jadi berebut menyalakan dan mematikan secara bersamaan.

“Seru juga sih pembelajaran daring ini, tapi terkadang saya jadi bingung siapa yang bicara dan menjawab pertanyaan saya. Karena mereka menjawab bareng-bareng. Jadi jika ada yang merasa sudah menjawab pertanyaan dan tidak saya tanggapi bukan karena tidak peduli, tapi karena saya bingung siapa yang bicara, hehe,” jelas ustadzah asal Sidoarjo tersebut sambil meringis.

Ustadzah Aoda Rusdanillah pun menemukan kejadian unik di tengah-tengah pembelajaran jarak jauh itu.

“Suatu hari, host di zoom saya berpindah ke salah satu murid. Sehingga saya tidak bisa mengendalikan kelas seperti share screen dan lainnya. Saya minta ananda untuk memindahkan host namun tak bisa. Tak habis akal, saya telpon orang tuanya dan meminta bantuan untuk memindahkan host. Alhamdulillah bisa,” ceritanya sambil tertawa. (erfin)