Suka Duka Sekolah Online, Guru: Harus Sabar itu Kuncinya. Kalau Tidak Bisa Stres Sendiri

112
Ustadzah Wiwik Sri Rahayu sedang mengajar secara online/daring. (azizah/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Tahun pelajaran 2020/2021 menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau dengan sistem daring atau online. Kegiatan tersebut dimulai Senin 13 Juli 2020. Untuk menunjang PJJ itu, Mudipat menyiapkan 28 studio di kelas-kelas dengan fasilitas internet yang memadai.

Semua Guru dan karyawan (GTK) bekerja dari sekolah atau Work from Office (WFO), sedangkan siswa belajar dari rumah atau Study from Home (SFH).

Karena berbeda sistem, tentu berbeda pula metode, teknik maupun tujuan pembelajaran. Oleh karena itu banyak hal yang harus dipersiapkan. Banyak siswa, orang tua bahkan pendidik dibuat repot dengan perubahan tersebut.

Mudipat sejak jauh hari sudah sigap menyikapi perubahan tersebut. Semua guru sudah dilatih untuk terbiasa menggunakan zoom, google classroom, google form, membuat video dan juga mendesain pembelajaran yang menyenangkan.

Selain itu sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan pembelajaran daring ini, Mudipat sudah menyiapkan 25 studio untuk kelas dan satu studio utama. Semua studio ini terhubung dengan jaringan internet dan tentu komputer yang super canggih.

Meski memiliki 48 rombongan kelas (rombel) hanya disediakan 28 studio. Sebab Mudipat memberlakukan 2 shift jam pembelajaran, yakni shift pagi dan siang. Shif pagi mulai pukul 07.00-11.20 untuk kelas I, III dan IV. Sedangkan shift siang pukul 12.30-16.40 untuk kelas II, V dan VI.

Persiapan pembelajaran sudah disiapkan dengan matang, namun masih saja ada kendala di lapangan. Misalnya saat asik berinteraksi dengan siswa lewat zoom, tiba-tiba jaringan lemot, terkadang juga langsung mati. Meski Mudipat sudah memakai zoom yang berbayar, tetap saja kadang gangguan jaringan itu masih ada. Nah, ini yang harus disadari bersama.

Hal ini pernah dialami Ustadzah Wiwik Sri Rahayu, guru kelas III-A (Sana’a). Saat zoom berlangsung tiba-tiba mati. Hal yang dilakukan menjelaskan kepada siswa dan orang tua jika terjadi gangguan. Menurutnya sabar itu kuncinya.

“Harus sabar, itu kuncinya. Kalau tidak, bisa stres sendiri. Apalagi semua orang, hampir seluruh dunia menggunakan internet ini. Adakalanya gangguan, itu wajar,” ucapnya.

Selama proses pembelajaran Mudipat dengan ketat mengikuti protokol kesehatan. Semua GTK harus memakai masker, menjaga jarak dan rajin menyuci tangan. Selain di toilet, pintu masuk, wastafel, dan di area yang mudah terjangkau, di setiap studio juga disediakan hand sanitizer.

Salah satu siswa–yang mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan kalau diberitakan–mengatakan, Sekolah Online rasanya enak nggak enak. Enaknya karena seru bisa berlama-lama di depan smartphone, kalau sekolah online-nya buyar langsung bisa main games.

“Tapi nggak enaknya banyak. Nggak bisa ketemu guru, temen, dan nggak ada uang jajan.” terang bocah ganteng kelas 4 tersebut. (azizah/mul)