Alpha Amirrachman: 1,5 Milyar Siswa di Dunia Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

44
Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D memberi keynote speech daring pada The 6th ACCESS. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Serangan virus corona memberikan dampak yang luar biasa pada tatanan kehidupan sosial ekonomi masyarakat tingkat global, nasional, lokal bahkan sampai tingkat sekolah.

Demikian disampaikan Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah pada sesi ke-2 acara The 6th ACCESS (Academic Enlightening Session), Sabtu (20/6/2020) di Aula Din Syamsuddin Mudipat. Acara tersebut menerapkan protokol kesehatan bagi peserta untuk mencegah penularan covid-19 yaitu jaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan pakai sabun.

Pria yang juga menjabat direktur Seameo Seamolec Indonesia itu mengatakan ada sekitar 1,5 milyar siswa di dunia yang belajar di rumah.

“Menurut catatan Unesco ada sekitar 1,5 milyar siswa dari 188 negara yang tidak bisa berangkat ke sekolah, mereka belajar di rumah karena serangan virus corona,” katanya.

“Hal ini memaksa kita untuk berubah dari tatanan kehidupan sebelum pandemi covid ke tatanan kehidupan baru atau new normal. Kalau Pak Abdul Mu’ti lebih suka menyebutnya new realitas,” tuturnya

Menurut Alpha kondisi new normal yang mengharuskan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh membuat guru harus menciptakan inovasi.

“Pandemi covid sangat berdampak pada kehidupan masyarakat termasuk dalam hal pembelajaran. Guru harus bisa menciptakan inovasi dalam pembelajaran agar belajar lebih menyenangkan,” ujarnya

Pemerintah, sambung dia, harus meningkatkan kolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta agar pembelajaran jarak jauh terjangkau semua lapisan masyarakat.

“Internet menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan pembelajaran jarak jauh. Nah, untuk itulah kolaborasi pemerintah dengan masyarakat dan pihak swasta harus ditingkatkan,” katanya

Alpha menjelaskan Muhammadiyah telah membentuk tim ad hoc yang bernama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) untuk membantu pemerintah menangani pandemi covid-19

“Relawan-relawan MCCC telah bekerja luar biasa, saya sangat mengapresiasi,” pujinya

“PP Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen juga telah melakukan survei bahwa sekolah Muhammadiyah sebagian besar telah melakukan pembelajaran jarak jauh,” ujarnya

“Ketika ditanya aplikasi yang digunakan, mereka menjawab whatsapp sebanyak 73%, google classroom 13%, zoom 30%,” terangnya

Dia menerangkan pada awal pandemi sekolah Muhammadiyah gagap menjalani pembelajaran jarak jauh. Mereka menggunakan whatsapp untuk  pembelajaran jarak jauh dengan mengirim tugas-tugas ke siswa

“Akhirnya timbul persepsi dari siswa bahwa pembelajaran jarak jauh itu memberatkan dan membosankan. Ini menjadi tantangan bagi guru agar memaksimalkan media-media online lainnya agar pembelajaran menyenangkan,” katanya

“Saya sangat yakin guru-guru di sekolah Muhammadiyah bisa melakukan inovasi pembelajaran,” katanya yakin (Anang)