Dr Martadi Kupas Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif dan Kreatif

62
Dr. H. Martadi, M.Pd menyampaikan materi pada The 6th Access. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Tahun Pelajaran baru 2020/2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. karena berada di tengah pandemi covid-19, yang mengharuskan siswa tetap belajar di rumah, tentu berimbas juga terhadap desain proses pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan dengan jarak jauh atau online otomatis akan dilakukan. Untuk mematangkan proses tersebut SD Muhammadiyah 4 Pucang Muhammadiyah (Mudipat) menyelenggarakan The 6th ACCESS (Academic Enlightening Session), Sabtu (20/6/2020).

Materi pertama disampaikan oleh Dr. H. Martadi, M.Pd dengan topik “Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif dan Kreatif”. Dengan apik Pakar Pendidikan UNESA ini menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana mendesain pembelajaran jarak jauh tersebut. Ia lebih menyukai hal tersebut dengan istilah distance learning.

Dengan detail ia menjelaskan kenapa, konsep dan implementasi dari distance learning tersebut. Hal yang menarik adalah information age dan era 4.0 mengharuskan adanya perubahan dan pergeseran. Termasuk adanya perubahan pendidikan, pergeseran kebutuhan, pekerjaan, juga perubahan perilaku dan gaya hidup. Ke depan menurutnya kompetisi bukan knowlegde saja namun juga kreatifitas.

Dr. H. Martadi, M.Pd menyampaikan materi pada The 6th Access. (mul/mudipat.co)

Bagaimana distance learning dilakukan? Menurutnya konsep e-learning ini bisa dilakukan dengan cara blended learning, hybrid learning dan flipped classroom. Adanya kolaborasi pembelajaran online, tatap muka dan mandiri.

Selama pandemi ini mengharuskan pembelajan secara online. Yang harus digaris bawahi menurutnya pembelajaran online tidak melulu melalui zoom, google form dan lainya. Namun harus ada pilihan model.

“Sesekali menggunakan zoom, sesekali video call, sesekali tugas dan masih banyak lagi, ” ia mencontohkan

Ke depan menurutnya yang harus dilakukan sekolah adalah melakukan inovasi dan revitalisasi, menguatkan sinergi, mengatasi beban sejarah, mengatasi kelincahan dengan kelincahan, serta program yang terpola dan tersistem agar efektif-efisien. (azizah)