Bukan Wisuda Online Tapi Lebih Meriah dan Berkesan dari Wisuda Real

109
Bunda Mumu tengah memberi sambutan pada Silaturrahim Virtual Purna Belajar Siswa Kelas VI. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Jum’at malam (19/6/2020) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) menggelar Silaturrahim Virtual Purna Belajar Siswa Kelas VI. Sebanyak 271 siswa kelas enam—yang semestinya diwisuda karena panitia sudah menyiapkan banyak hal—terpaksa hanya bersilaturrahim virtual sebagai tanda akhir pelajaran.

“Kami tidak pernah mempersiapkan acara semacam ini, namun inilah cara Allah mempertemukan kita, anak-anakku. Semoga kalian tetap ceria dan kelak kalianlah yang akan mengharumkan nama sekolah degan prestasi kalian.” Ucap Bunda Laksmi Hapsari Soebagio, Ketua Panitia Akhir Tahun Pelajaran 2019/2020.

“Buat bapak ibu guru Mudipat kami haturkan terima kasih tak terhingga atas jasa-jasa mulianya. Semoga Bapak Ibu Guru selalu sehat dan sejahtera,” ungkapnya dengan nada getir.

Bunda Mumu, sapaan akrab Laksmi Hapsari tak lupa berterimakasih kepada rekan-rekan orangtua murid kelas 6 yang luar biasa, terkhusus panitia yang telah bekerja sangat keras sejauh ini. Dia menamai lulusan Mudipat tahun ini sebagai angkatan 620 yang hebat. Karena harus lulus SD di masa pandemi virus mematikan.

Inilah salah satu penampilan perwakilan siswa kelas 6. (mul/mudipat.co)

Acara silaturrahim itu berlangsung pukul 19.00 – 21.00 WIB. Kegiatan itu tersaji live streaming melalui Zoom Claud Meeting, FB Mudipat Pucang Surabaya, dan YouTube MudipatTV. Sedikitnya 400 peserta ikut dalam kegiatan tersebut. Terdiri dari siswa yang didampingi orangtua serta para guru karyawan Mudipat.

Agenda kegiaatan tersebut adalah Sambutan ketua panitia, Sambutan Ketua Komite Sekolah/IKWAM, Sambutan Kepala Sekolah, serta sesi Spirit dan Motivasi oleh Ustadz Hanif Asyhar, M.Pd., CH, C.Ht. (Mindful Trainer, Motivator Nasional, dan Penulis). Motivasinya berisi tentang seorang anak harus selalu berbakti kepada orangtua. Karena ridha Allah terletak pada ridha kedua orangtua.

Selain itu, acara makin meriah lantaran perwakilan siswa menampilkan bakatnya, ada yang bernyanyi, saling sapa melepas rindu, dan memberi kesan dan harapan. Tak ketinggalan seluruh guru kelas 6 pun memberi motivasi dan ungkapan rindu kepada murid-muridnya yang telah hampir 4 bulan tidak bertatap muka secara langsung.

Kepala Mudipat M Syaikhul Islam MHI berharap pandemic segera pergi. Dia mengatakan aka nada pertemuan yang lebih akrab lagi di masa mendatang. “Semoga kisah ini (belajar daring) menjadi kenanagan terindah untuk masa depan kalian, Nak. Kepada Ayah Bunda, Kami mohon maaf selama mengemban amanah mendidik anak-anak ada salah dan khilaf, kami mohon maaf.” Pungkasnya. (mul)