Kyai Mahsun Berkisah Presiden India Abdul Kalam Terinspirasi Guru SD-nya pada Baitul Arqam Daring

51
Kyai Mahsun bertausiyah dipandu Ust. Mukhlisin. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO  – Kalau Anda fokus dan enjoy terhadap suatu pekerjaan, maka Anda akan menjadi pemimpin yang sukses.

Demikian disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya Dr KH Mahsun Jayadi MAg, saat bertausiyah pada Baitul Arqam Daring #1 Guru dan Tenaga Kependidikan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Senin malam (4/5/2020).

Materi Kemuhammadiyahan dengan tema: “Islam Wasathiyyah (Moderasi Islam)” tersebut tersiar via Live Streaming: Zoom Meeting, kanal Youtube MudipatTV, dan Facebook Mudipat Pucang Surabaya. Acara diikuti guru dan karyawan, orang tua siswa Mudipat, serta para partisipan dari luar Mudipat.

“Saya ingat suatu kisah Presiden India Abdul Kalam. Dia muslim ahli nuklir. Saat ditanya kenapa Abdul Kalam menjadi orang sukses, dia menjawab, waktu sekolah dasar kelas 5 gurunya memberi cerita bermakna dalam hidupnya.” Kyai Mahsun berkisah.

Guru Abdul Kalam dengan retorik di hadapan para muridnya mengatakan bisa membakar kertas tanpa korek. Murid tak yakin, lalu sang guru mengajak muridnya ke tanah lapang. Di sana mereka melakukan eksperimen yang mencengangkan Abdul Kalam dan siswa lainnya.

Sang guru meletakkan kaca pembesar di atas sebuah kertas, kaca itu mengumpulkan sinar matahari pada satu titik. Lalu titik sinar yang terfokus itu berhasil membakar kertas.

“Apa pelajaran yang kita peroleh di sini? Kalau kamu fokus terhadap sesuatu kamu akan menjadi pemimpin. Kalau kamu tidak pernah fokus kamu tidak pernah punya makna dalam hidupnya. Untuk fokus kamu harus berdaya dan memberdayakan, cerah dan mencerahkan.” Ujar Wakil Rektor UM Surabaya itu melanjutkan kisahnya.

Dengan insiden itu Abdul Kalam terinspirasi oleh gurunya, lalu dia bertekad akan fokus pada satu bidang. Dia mempelajari satu pelajaran yaitu fisika. Dia fokus mempelajari fisika itu dan akhirnya dia berhasil menjadi Bapak Nuklir di Asia.

“Dan akhirnya dia menjadi orang yang hebat di India dan kemudian jadilah presiden.” Jelas Kyai Mahsun.

Kisah itu sekaligus menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa sukses diraih oleh orang fokus dan enjoy. Bersungguh-sungguh dan menyukai pekerjaan.

“Guru Muhammadiyah kalau digaji 5 juta itu sebenarnya digaji 10 juta. Yang 5 juta diberi di dunia dan 5 jutanya adalah celengan di akherat. Syukurilah. Orang yang mengeluh punya beban yang tidak nyaman dalam hidupnya,” sarannya menjawab pertanyaan audien dari Blitar.

Dalam durasi satu jam, Kyai Mahsun mengupas materi Islam Wasathiyyah (Moderasi Islam). Dikatakan Islam Wasathiyyah memiliki 3 karakter utama. Yaitu, Pertama karakter membebaskan. Kalau ajaran islam bukan hanya dipahami retorika tapi harus diejawantahkan agar membebaskan. Bebas dari kebodohan, kemelaratan, dll.

Kedua karakter memberdayakan, jadi umat islam harus berdaya. Jangan terperdayakan. Yang ketiga karakter memajukan. Islam sejak dulu ya tetap Islam. Tapi cara mengamalkan islam butuh dinamisasi. Umat Islam harus cerdas, kalau tidak cerdas ditinggalkan oleh masyarakat.

“Jadi Islam Wasathiyyah adalah Islam berkemajuan. Yang tegak di garis yang benar, Islam tengah, membebaskan, memberdayakan, dan memajukan,” pungkas Kyai Mahsun.

Acara serupa dapat diikuti kembali besok (Selasa malam, 5/5/2020) melalui kanal facebook, dan youtube, dan Zoom Meeting dengan ID: 935 410 0647.

Mari bersama keluarga di rumah, kita sukseskan program ini sebagai media mendukung dan menyemarakkan dakwah Islam di bulan Ramadhan 1441 H ini. Semoga partisipasi kita semua menjadi amal shalih di sisi Allah swt. Amin. (mul)