Tunggu Kondusif Corona, SD Muhammadiyah 4 Surabaya Terapkan Belajar Daring

202
Sejumlah guru Mudipat menyiapkan pembelajaran daring, Ahad (15/3/2020). (foto: jatim.sindonews.com)

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama sepekan (16-21 Maret 2020). Hal itu mengantisipasi terus mewabahnya virus corona (Covid-19) di tanah air. Bakan sejumlah kegiatan belajar di luar sekolah juga ditunda sampai situasi kondusif.

Namun meski KBM di sekolah ditiadakan, sekolah mengganti pembelajaran secara daring (online) melalui web resmi sekolah mudipat.co dan atau grup WA kelas.

Kepala Mudipat M. Syaikhul Islam MHI mengatakan, sejak awal mewabahnya virus Corona pihaknya sudah mengantisipasi penyebaran virus di sekolah. Berbagai macam imbauan termasuk juga maklumat-maklumat di share kepada orang tua. Seluruh wastafel dengan sabun dan anti septik ditaruh di berbagai kelas dan ruangan-ruangan lain.

Sejumlah guru Mudipat menyiapkan pembelajaran daring, Ahad (15/3/2020). (foto: jatim.sindonews.com)

“Namun karena ada imbaun resmi dari Dinas Pendidikan dan Pemkot Surabaya juga dari Majelis Dikdasmen PWM Jatim, maka kami selama sepekan ini juga mentaati dengan melakukan sistem pembelajaran secara daring atau online,” katanya Ust. Syaikhul, Ahad (15/3/2020).

Ia mengatakan, saat ini guru-guru SD Muhammadiyah 4 Pucang tengah menyiapkan bagaimana proses pembelajaran secara daring. Berbagai mata pelajaran akan disampaikan melalui grup-grup washap yang ada di setiap kelas, media tv channel youtube, laman mudipat.co, yang bisa diakses oleh orangtua maupun anak-anak secara real time.

“Jadi kita mempunyai cukup media untuk melakukan pembelajaran secara daring ini. Alhamdulillah hari ini kami sudah siap dan besok kita implementasikan,” ucapnya.

Wakil Ketua PWPM Jatim itu berharap, meskipun proses belajar mengajar dilakukan tanpa tatap muka, mutu dan pendidikan yang dijalankan tidak berkurang. Karena guru-guru tetap memantau perkembangan peserta didik melalui komunikasi dengan orangtuasiswa.

Adapun untuk guru dan karyawan selama sepekan ini tetap masuk, hanya saja jam bekerja diperpendek

“Masuknya agak disiangkan sedikit pukul 07.30-13.00 WIB. Biasanya kan pukul 06.45-15.45 WIB. Ini agak kita rampingkan waktu kerja mereka, karena ini juga imbauan dari dinas pendidikan,” jelasnya.

Adapun kegiatan lain yang diliburkan adalah kegiatan outdoor siswa (Diklat Seni, HW Challenge, dan English Immersion) ditunda hingga situasi kondusif. Demikian juga Pesantren Mudipat juga diliburkan untuk sementara waktu.

“Semoga Allah swt senantiasa menjaga kita dan keluarga tercinta dari wabah Virus Corona (Covid-19) serta marabahaya lainnya. Amin yra.” Harap Ust. Syaikhul. (mul)