Beginilah Saat Siswa-Siswa Mudipat Debat

236
Suasana saat debat (Anang/mudipat.co)

MUDIPAT.CO-SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau mudipat mengadakan debat dengan mengangkat topik “Gadget dan Anak” di Auditorium Din Syamsuddin pada Rabu (20/11/2019).

Ada empat belas kelas yang mengikuti debat. “Acara debat diikuti kelas V A-G dan VI A-G. Masing-masing kelas mengirim satu kelompok, jadi total ada empat belas kelompok,” ujar Novita Utami, Kepala Departemen Humas mudipat.

Suasana seru dan heboh ketika salah satu kelompok menyatakan pendapat tentang penggunaan gadget oleh anak-anak. Penonton yang berasal dari siswa-siswi kelas V dan VI saling bersorak menyatakan dukungan atau menolak pendapat yang dinyatakan.

Tak pakai lama langsung saja bergaya layaknya acara debat terkenal yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.

Perwakilan salah satu kelompok dari kelas V C Ataullah Azfar Athari menyatakan pendapat anak-anak perlu menggunakan gadget tapi harus dibatasi penggunaannya. “Gadget itu bermanfaat untuk anak-anak seperti kita, karena dengan gadget kita bisa browsing mencari informasi yang penting untuk ilmu pengetahuan. Tapi kita jangan terlalu lama bermain gadget dan harus diawasi orang tua kita,” ujarnya.

Senada dengan Ataullah, Rasya dari kelompok 5 E, menyatakan pendapat mendukung penggunaan gadget untuk anak.

Sementara pihak yang kontra berasal dari kelompok kelas VI. “Kebutuhan anak-anak adalah kasih sayang orang tua bukan gadget, menurut saya gadget memberi dampak yang negatif. Anak-anak sekarang banyak yang pakai kacamata karena terlalu lama melihat gadget,” ungkap Keisha Faiha dari kelompok VI B.

Keisha Faiha kelas VI B sedang menyampaikan argumen (Anang/mudipat.co)

Debat pun berjalan seru, pihak yang pro dan kontra saling melempar argumen untuk memperkuat pendapatnya.

Di akhir debat, moderator Ustadz Tajuzzaki, menyampaikan statement bahwa penggunaan gadget bisa membawa dampak positif maupun negatif tergantung cara kita mengelola waktu menggunakan gadget. (Anang)