Doktor Ini Menerangkan Perihal Syirik dan 5 Kriteria Pemakmur Masjid

49
Ustadz Dr. Sholihin saat berceramah di Masjid KH Ahmad Dahlan Mudipat. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Kesyirikan yang paling tua di dunia ini adalah menjadikan kuburan sebagai tempat yang membawa keberkahan. Hal itu masih berjalan hingga saat ini.

Demikian disampaikan Ustadz Dr. H.M. Sholihin pada kajian tafsir Qur’an di Masjid Kyai Ahmad Dahlan Mudipat, Jumat (1/11/2019). Kajian rutin untuk karyawan dan guru SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) ini mengupas surat At taubah ayat 17-18.

“Awas loh, syiarah kubur dan mengultuskan suatu kuburan begini bisa syirik. Dan tiap perbuatan musyrik itu adalah sia-sia, bahkan termasuk dosa besar yang sulit diampuni oleh Allah SWT,” ujar Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim itu

Dalam ayat tersebut dijelaskan tentang kriteria orang yang layak memakmurkan masjid. Dikatakan bahwa orang musyrik tidak pantas memakmurkan masjid.

“Orang yang memakmurkan masjid ada lima. Pertama adalah orang yang benar-benar beriman. Mereka menjadikan masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, melakukan ibadah,” terang Mantan Kepala Mudipat itu.

Kedua adalah orang yang beriman kepada hari kiamat. Percaya bahwa kematian dan hari akhir benar-benar akan datang. Sehingga menjadikan diri semakin dekat dengan Allah.

“Ketiga adalah orang yang selalu menegakkan shalat. Yaitu orang yang selalu ingin mendirikan shalat di masjid, selalu mencari waktu awal shalat. Merekalah yang menjadikan masjid sebagai rumah kedua,” lanjutnya.

Keempat adalah orang selalu menunaikan zakat. Masjid menjadi pusat kegiatan, seperti menyantuni fakir miskin dan orang-orang yang tidak mampu.

“Kelima adalah orang yang tidak takut kepada siapapun kecuali Allah. Orang yang selalu menyandarkan diri dan hidupnya hanya kepada Allah. Tidak ada yang ditakuti kecuali hanya takut kepada Allah,” jelas Ustadz Sholihin.

“Orang-orang yang memakmurkan masjid adalah orang yang mendapat petunjuk dalam hidup. Mereka akan selalu diberi kemudahan dalam melewati jalan hidup yang berliku,” pungkas ayah tiga anak itu. (azizah)