Jangan Merasa Sendirian! Ada Allah yang Selalu Sayang, Meskipun Kita Suka Lupa Allah!

99
Ustadz Dr. Sholihin saat mengisi kajian tafsir di Mudipat. (azizah/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Allah SWT tidak pernah membiarkan hambanya sendiri. Pertolongan-Nya sangatlah dekat. Meskipun kadang kala kita diuji dengan musibah. Kasih sayang Allah tak terbatas. Meskipun kita sering lupa sama Allah SWT.

Demikian disampaikan Ustadz Dr. H.M. Sholihin pada kajian tafsir Qur’an di Masjid Kyai Ahmad Dahlan Mudipat, Jumat (11/10/2019). Kajian rutin untuk karyawan dan guru SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) ini mengupas surat At taubah ayat 16.

Menurutnya musibah itu ada tiga prespektif. Yang pertama musibah itu sebagai ujian. “Jika kita diuji oleh Allah, namun bertambah doa kita, bertambah ibadah kita, bertambah bersabar berarti kita termasuk orang yang berhasil,” jelasnya.

Sebaliknya jika kita diberi ujian, bertambah jauh dari Allah, bertambah malas beribadah, bahkan berputus asa, berarti kita termasuk orang yang gagal.

Oleh karena itu menurutnya dalam menghadapi ujian kita harus punya keyakinan. Tiap ujian pasti ada hikmah.

“Musibah harus disyukuri, itu bukti Allah sayang kepada kita,” ujarnya.

Kedua musibah itu menjadi peringatan. Peringatan diberikan kepada orang-orang yang menyimpang, termasuk kepada orang yang beriman tapi tercampur dengan kesyirikan. Peringatan itu lanjutnya supaya kita beragama dengan semurni-murninya.

“Peringatan supaya kita kembali kepada jalan yang lurus. Sebagai alat instropeksi untuk menyadarkan diri kita supaya berubah lebih baik,” terangnya.

Sedangkan yang ketiga musibah sebagai adzab. Ia menjelaskan Allah akan memberi adzab kepada siapa saja, apabila sudah tidak bisa diberi peringatan.

Oleh karena itu ia mengajak kepada kita untuk selalu berdoa supaya selalu kuat menerima cobaan.

“Jika diberi cobaan, kira-kira apa sebabnya sebagai peringatan atau cobaan?,” tanyanya

Diakhir ayat ini Allah melarang kepada umat Islam untuk berteman setia kepada selain Allah, rasul dan orang bukan Islam. Banyak orang jika mempunyai masalah, justru lari dari Allah.

Terakhir ia mengajak agar kita selalu menghadirkan Allah dalam setiap kehidupan kita.

“Nikmat harus disyukuri, masalah harus dinikmati,” pesannya. (azizah)