Kajian Tafsir, Ust Dr Sholihin: Cara Berfikir Seseorang Akan Menentukan Nasibnya

58
Ust. Dr Sholihin mengisi Kajian Quran di Mudipat. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Cara memperbaiki nasib dapat dilakukan dengan memperbaiki cara berfikir. Sebab cara berfikir seseorang akan menentukan nasibnya.

Demikian disampaikan Ustadz Dr H M Sholihin SAg MPSDM pada kajian tafsir Al-Qur’an mingguan di Masjid KH Ahmad Dahlan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Jumat (27/9/19). Kajian yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan Mudipat ini membahas surat At Taubah ayat 12.

“Sama dengan orang syirik. Ia sulit berubah. Tersandera oleh fikiran dan ucapannnya sendiri. Contoh, bilang begini: Sejak dulu ya sesepuh kita begini. Nah, itu kelihatannya sederhana tapi itu fundamental dan itu membelenggu,” jelas Ustadz Sholihin.

Guru senior Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Mudipat itu mengatakan memang pikiran menentukan nasib. Orang kafir itu berawal dari fikirannya. Berikut ciri orang kafir. Pertama melanggar sumpah. Padahal sudah jelas ada dialog dalam kandungan bahwa sebelum lahir ke dunia manusia bersumpah bahwa tiada Tuhan selain Allah. Kedua mencerca agama kita (Islam).

“Jadi yang berfikiran tertutup persis orang kafir. Tak akan tercerahkan. Padahal kalau berfikir terbuka ia akan maju,” katanya.

Mantan kepala Mudipat itu lebih lanjut mengatakan, orang kafir itu adalah penipu. Kepada Allah saja ingkar apalagi kepada sesama manusia.

“Maka apa yang harus kita lakukan? Al-Qur’an memerintahkan untuk memeranginya. Tentu dengan perang pemikiran untuk melawannya,” ucap Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim itu.

Lebih lanjut Dosen AIK UMSurabaya itu mengungkapkan, perang dengan orang kafir adalah menunjukkan kebenaran Agama Islam. Menurutnya yang tidak menerima Islam jelas bermasalah. Padahal Allah telah memberikan, 1) akal kepada manusia agar bisa berfikir; 2) hati atau perasaan atau nurani. Supaya ada filter makanya Allah ciptakan hati nurani; 3) Allah beri manusia ajaran/kitab suci. Mengajak beribadah dan menjauhi perbuatan syirik; 4) Setiap umat diberi Rasul agar umat terbimbing dan tercerahkan. Terakhir, 5) Manusia diberi hidayah.

“Hidayah itu pasang-surut. Maka selalu kita minta petunjuk Allah. Ihdinassirotol mustaqim. Tunjukkan kami jalan yang lurus. Sebagai warga Muhammadiyah ayo kita kuatkan iman dan taqwa dan memberantas syirik,” tutur ayah tiga anak itu. (mul)