Dr Sholihin: Kaum Musyrik Tak Memeluk Islam karena Mereka Tak Tercerahkan

21
Dr HM Sholihin berceramah pada sebuah kesempataan. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Kajian tafsir untuk guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) kali ini mengupas tentang Surat At taubah ayat 5-7, di Masjid KH Ahmad Dahlan Mudipat, Jumat (30/8/19). Kajian rutin ini diasuh oleh Ustadz Dr H M Sholihin SAg MPSDM.

Menurutnya ayat ini masih menjelaskan tentang perang. Bahwa kita boleh berperang, jika kita diperangi. Kita juga boleh membunuh apabila kita mau dibunuh.

“Membela keselamatan diri. Itu diajurkan Al Quran,” terangnya

Lebih lanjut Kepala Mudipat periode 2006-2014 itu menegaskan bahwa perang itu adalah untuk melawan orang yang menentang agama Islam, bukan untuk merebut kekuasaan. Perang dilakukan untuk menyebarkan agama Allah. Jika dalam perang ada yang menyatakan masuk Islam, maka harus dilindungi.

“Jika dalam peperangan ada dari orang-orang musyrik yang meminta perlindungan, lanjutnya maka harus dilindungi. Supaya mereka bisa mendengar firman Allah”, jelasnya.

Menurut Ketua Majlis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengantarkan mereka ke tempat yang aman. Tempat aman yang dimaksud adalah masjid. “Dengan mendengar ayat-ayat Allah tersebut semoga mereka mendapat petunjuk dari Allah dan mau masuk agama Islam,” ungkapnya.

Dijelaskan banyak kaum musyrik itu yang tidak memeluk Islam karena tidak tahu. “Sebenarnya kaum musyrik tak memeluk Islam karena mereka tak tercerahkan. Nah itulah tugas kita untuk mencerahkan, memberitahu, yakni dengan berdakwah amar makruf nahi munkar. Mengajak kepada jalan yang benar dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh Allah,” ujarnya.

Kemudian diayat yang ke-7 ia menjelaskan bahwa pemutus hubungan antara Allah dan hambanya adalah kekafiran dan kemusyrikan. Oleh karena itu kita tidak boleh melindungi mereka kecuali kepada mereka yang ada perjanjian (hudaibiyah).

“Yang salah satu isinya adalah orang muslim dan kafir harus saling menghormati. Sedangkan sesama muslim itu bersaudara, karena meski tidak ada hubungan darah tapi ada ikatan, yaitu ikatan tauhid,” tandasnya. (azizah)