Wakasek: Berbahagialah Kalau Kamu ‘Dipukul’ Orangtuamu karena Tak Shalat

52
Ust. Ain saat mengisi sesi motivasi DA kelas 5. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Wakil Kepala (wakasek) SD SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Ainuzza’im Azzaki MPd mengatakan, bersyukurlah dan berbahagialah jika anak dihukum atau “dipukul” orangtuanya gara-gara tidak shalat. Sebaliknya bersedihlah jika anak tidak dipukul oleh orangtuanya padahal tidak shalat.

“Berbahagialah kalau kalian ‘dipukul’ Ayah atau Ibu, Mama Papamu lantaran kalian tidak shalat. Itu artinya orangtu kalian itu sangat sayang pada kalian,” papar Ustadz Ain–sapaan akrabnya, pada sesi motivasi Darul Arqam (DA) kelas 5 Mudipat, di auditorium TMB, Senin (27/5/2019) malam.

Mantan Kaur Kesiswaan dan Ketenagakerjaan Mudipat itu lebih lanjut menjelaskan, anak Mudipat memang harus pandai bersyukur. Sebab terlahir dari keluarga yang berekonomi menengah ke atas. Hampir semua kebutuhan dipenuhi oleh orangtuanya.

“Kalian juga perlu bersyukur karena punya guru-guru yang perhatian sama kalian. Jadi kalau ada guru yang ngobrak-ngobrak kamu untuk shalat itu artinya guru tersebut sayang sama kalian,” tuturnya.

Bersyukur disinggung cukup dalam pada sesi tersebut. Ust. Ain berharap siswa Mudipat ke depan semakin rajin dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

“Kamu yang sudah berkecupan ini, bahkan anak orang kaya, jangan banyak mengeluh. Banyaklah bersyukur. Jangan selalu merasa kurang jika diberi oleh orangtuamu,” larangnya.

Kenapa merasa kurang? Ust. Ain menjawab tanya itu dengan mengajak anak didiknya agar mau melihat orang yang bernasib ada di bawah kita.

“Lihatlah pengemis, ada yang masih anak-anak, dekil, kurus, tidak pakai alas kaki. Bayangkan jika kalian jadi seperti itu. Pasti tidak mau kan? Makanya agar kita selalu bersyukur, kita harus melihat orang yang nasibnya lebih rendah dari kita,” katanya. (mul)